Oleh: agusisasuwito | Oktober 15, 2008

Lelang Alat Kesehatan Penerbangan Diduga Bermasalah

Lelang Alat Kesehatan Penerbangan Diduga Bermasalah

Selasa, 19 Agustus 2008 | 12:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Keputusan lelang pengadaan peralatan kesehatan di Balai Kesehatan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dipersoalkan. Peserta yang kalah menuding pemenang lelang mengajukan syarat administrasi palsu dalam proses lelang.

Pemenang lelang proyek pengadaan senilai Rp 4 miliar itu adalah PT Mega Husada dan CV Dian Famiti. Sesuai pengumuman tertanggal 27 Juni 2008, Mega Husada menawarkan harga Rp 3,89 miliar dan Dian Famiti Rp 3,98 miliar.

Menurut Direktur Utama PT Alpan Medichem Lestari James Panjaitan, kedua perusahaan itu seharusnya sudah gugur di tahap evaluasi administrasi sebab keduanya belum masuk sebagai anggota Gabungan Perusahaan Alat-alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) DKI Jakarta.

“Selain anggota tidak bisa mendapatkan sertifikat kompetensi yang dipersyaratkan dalam dokumen lelang,” katanya kepada Tempo, Selasa (19/8).

Alpan Medichem adalah salah satu peserta dari lelang yang digelar awal Juni 2008 lalu. Pesertanya saat itu sekitar 11 perusahaan. Peralatan yang diadakan, kata James, antara lain X-Ray, audiometer, dan alat pendengaran.

James menjelaskan, pihaknya sudah mengajukan sanggahan melalui surat tertanggal 30 Juni 2008 yang ditujukan ke Pejabat Pembuat Komitmen Balai Kesehatan Penerbangan. Salah satu dasar sanggahan adalah surat penegasan dari Gakeslab DKI Jakarta tertanggal 19 Juni 2008 yang menyatakan bahwa Mega Husada dan Dian Famiti belum menjadi anggota Gakeslab DKI Jakarta.

Dikonfirmasi, Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Perhubungan Bambang Ervan menegaskan bahwa panitia lelang dalam setiap proyek pengadaan pasti akan menjawab sanggahan yang diajukan selain pemenang. “Kalau tidak puas bahkan bisa sanggah sampai atasannya,” kata dia.

Namun substansi sanggahan akan dipelajari dahulu dan dikonfirmasi untuk memastikan bahwa sanggahan bukan hanya tuduhan. Kalau sanggahan terbukti, “Berarti ada penipuan,” ujarnya. Tindak lanjutnya tidak harus pembatalan lelang, tetapi mengikuti ketentuan seperti menggugurkan pemenang dan mengalihkan ke peserta di bawahnya. Harun Mahbub


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: