Oleh: agusisasuwito | November 10, 2008

Cetirizine, Antialergi Tak Bikin Berdebar

Cetirizine, Antialergi Tak Bikin Berdebar
Selasa, 21 Oktober 2008 | 19:37 WIB

SALAH satu pengobatan yang dianjurkan dalam penanganan alergi adalah dengan pemberian obat antihistamin. Obat alergi di pasaran kini telah memasuki generasi kedua. Generasi terakhir ini diklaim memiliki keunggulan dari sebelumnya.

Seperti dipaparkan Dr. Flora Amos, medical dari PT Bayer Indonesia dalam media edukasi bertajuk  Jangan Abaikan Alergi di Jakarta, Selasa (21/10), obat antialergi generasi terbaru dengan bahan aktif Cetirizine Dihidroklorida terbukti lebih nyaman dan menguntungkan karena tak menimbulkan efek mengantuk sehingga tak mengganggu aktivitas pasien.

“Generasi pertama (semisal CTM dan difenhidramin) biasanya menimbulkan rasa kantuk yang hebat serta memiliki dampak kurang nyaman pada pasien seperti jantung  berdebar-debar,” ungkapnya.

Sedangkan antihistamin generasi kedua seperti cetirizine dan azelastine memiliki efek kantuk yang rendah pada dosis anjuran, tidak menimbulkan rasa berdebar-debar dan penggunaannya cukup sekali sehari.

“Berbeda dengan antihistamin generasi pertama, antihistamin generasi terbaru umumnya bersifat mengurangi efek sedasi (rasa kantuk) dan sebagian lagi bersifat anti-inflamasi ringan,” tambah Flora.

Saat ini, lanjut Flora, obat antihistamin yang diproduksi oleh PT Bayer Indonesia dengan kandungan cetirizine dihidroklorida telah masuk ke dalam kategori Obat Wajib Apotek dari Badan POM sehingga dapat dibeli di apotek melalui resep dokter. Sediaannya saat ini terdiri dari kapsul yang mengandung cetirizine dihidroklorida 10 mg. Obat ini juga tersedia dalam bentuk sirup kemasan botol 60 ml, setiap 5 ml sirup mengandung cetirizine dihidroklorida 5 mg.

Cetirizine memang diindikasikan untuk pengobatan alergi seperti rinitis misalnya hidung meler atau bersin-bersin kalau pagi, atau juga utikaria atau biduran yang bila dalam suasana dingin atau kedinginan bisa timbul,” ujarnya.

Semantara itu Dr Iris Rengganis SpPD-KAI dari ahli dari Divisi Alergi Immunologi Klinik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM menyatakan cetirizine adalah obat yang relatif aman dan banyak direkomendasikan untuk alergi.

“Berdasarkan pengalaman pirbadi, memakai cetirizine hingga 3 tahun sih aman-aman saja.  Tapi tentu setelah itu kan orang tidak terus-terus dikonsumsi setiap hari. Tiga tahun juga kan tidak tiap hari. Awalnya bisa tiap hari, tapi pemakaian bisa jangka panjang, sewaktu kita perlu,” terangnya.

Untuk dosis dan pemakaian, penggunaan obat alergi  cetirizine sebaiknya dikonsultasikan lebih dulu dengan ke dokter mengingat obat ini adalah obat resep. Tetapi setelah direkomendasikan oleh dokter, pasien biasanya boleh untuk kembali membeli resep yang sama sesuai anjuran.

About these ads

Responses

  1. dok sya ini penderita alergi sudh 3th lbh katanya si akibat dari magg yang keronis …
    sya sebaik nya mkan obat apa ??

  2. glucosurestar alat test strips,sekarang harga jual perkotak berapa.

  3. I would like to thank you for the efforts you have put in penning this website.

    I really hope to check out the same high-grade content
    by you in the future as well. In fact, your creative writing abilities has inspired me to get my
    own site now ;)


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: